Thursday, October 19, 2006

Kata jawa kuna

Pembatja, toelisan ini moengkin hanya sederhana saja. Saja tidak sengaja membatja Kamus Jawa Kuno (Kawi) jang ditoelis oleh L. Mardiwarsito. Sahaja memboeka-boeka beberapa halaman dan menemoekan istilah jang saja rasa perloe. Misalnja pada kata tamara jang artinja gamelan. Kemudian kata amara jang joega banjak nama2 perempoean daripadanja, kata itoe berarti kekal tidak dapat mati. Yang tentoenja soedah famialer yaitu dian ja, artinya pelita. Lagi, misalnja kata asti, jang berarti ada, mawjoed (arab) jika ditoelis asthi maknanja jadi tulang atau debu. Baroe-baroe ini ada nama jang coekoep kita kenal, Nandien, saja temoekan dikamoes itoe nandin, nandin berarti gelar oentoek dewa Siwa. Kalao tamara jang artinja sederhana namoen dirasakan cantik oentoek sebuah nama misalnja bersanding dengan geraldine atao blezensky. Sebagai penoetoep saja cari kata tukul (toekoel), artinja bagoes loh, kurang lebih toendoek atao patoeh.

1 comment:

Anonymous said...

apik men, tamara dipadake karo gamelan