Pembatja budiman, soedilah kiranja kembali membatja apa jang saja toetoerkan. Sahaja teringat utjapan dari Iboenda sahaja, yaitoe mengenai kakeknja daholoe. Apatah kiranja pelajaran jang dapet kita ambil. Iboe saja mentjeritaken bahawa kakeknja memiliki sawah dan ladang jang loeas. Ladang dan sawah ini ditanami oleh aneka tanaman. Jang menarik adalah, sang kakek dari pada Iboe saja ini, tidak memedulikan siapa jang bakal memetik hasilnja nanti. Jang sering ditjontohkan adalah beliau menanam berjenis-jenis padi2 an. Dalam petak2 sawahnja itoe ditanami oleh jenis padi jang menghasilkan beras petas. Beras jang dipanen walau terlihat sama koeningnja aken tetapi rasa dan namanja berbeda lho. Ada beras putih jang menjadi consumptie sehari2, ada jang dikataken beras ketan (baik hitam, poetih) dan ada joega beras merah. Soenggeoh suwatoe kebahagiaan jikalou saja bisa ikoet merasakan kala itoe.
Pembatja, itoe adalah kilas balik jang coba saja tjeritakan pada anda, tetapi ada lgi jang menggelisahkan dari pada hati saja saat ini. Coba ada kenalkah tanaman jang bernama boeni, kecapi, salak, gohok, asem jawa, tangkil ataw melindjo, bacang, jamblang dari tanah2 di betawi kita ini. Ja memang tetoemboehan toe masih dapat ditemoei di pinggiran Jakarta. Menoeroet saja, perloe kiranja kita kembali menjelamatkan keaneka ragaman hayati di Jakarta ini. Roeang2 publik jang hijau kini makin berkoerang. Pendoedoek jakarta moengkin membutuhkan 10 taman macem taman monas (bahkan lebih dari angka itoe). Roenag publik kadang kala disemen semua, sehingga pepohonan tiada. Saja kira apa jang disitilahkan dengan paru-paru kota itoe haroe dipikirkan, manfaatnja soedah terasa.
Thursday, November 30, 2006
Saturday, November 25, 2006
KATALOG (KELAS 900)
1. 950.'072 Badarus Syamsi., Post-Orientalisme: membongkar citra palsu Islam. Jakarta, STIT Tebo-Jambi-- Sentra Media., 2006
Dari judulnya jelas buku ini ingin membuktikan kesalahan pengertian Barat vis a vis Islam. Orientalisme sendiri telah memiliki 'lawan' argumentasi Oksidentalisme. Oksidentalisme diperkenalkan oleh Hasan Hanafi, entah mengapa penulis tidak menggunakan istilah oksidentalisme dalam bukunya. Buku ini enak dibaca dan merupakan pemikiran orang-orang Barat yang 'khusus'. Tokoh dan ahli yang ditampilkan adalah mereka yang lebih ramah dan respek memandang Islam, Karen Armstrong bunda 'monotheis freelance', Esposito (ahli politik Islam), dan Huston Smith.
Dari judulnya jelas buku ini ingin membuktikan kesalahan pengertian Barat vis a vis Islam. Orientalisme sendiri telah memiliki 'lawan' argumentasi Oksidentalisme. Oksidentalisme diperkenalkan oleh Hasan Hanafi, entah mengapa penulis tidak menggunakan istilah oksidentalisme dalam bukunya. Buku ini enak dibaca dan merupakan pemikiran orang-orang Barat yang 'khusus'. Tokoh dan ahli yang ditampilkan adalah mereka yang lebih ramah dan respek memandang Islam, Karen Armstrong bunda 'monotheis freelance', Esposito (ahli politik Islam), dan Huston Smith.
Friday, November 10, 2006
KATALOG (KELAS 500)
100. Suriasumantri, Jujun S. Filsafat Ilmu: sebuah pengantar populer. Cet. 11. Jakarta, Pustaka Sinar Harapan, 1988
Buku ini, walaupun beranak judul menggunakan bahasa populer, namun kalimat-kalaimat yang digunakannya kadang sulit dimengerti. Buku yang terbit pertama kali tahun 1984 oleh penulisnya didedikasikan untuk pemula yang akan memasuki dunia ilmu dan filsafat ilmu yang sesungguhnya. Selain mengunakan bahasa yang gaul (maksudnya tidak melulu ilmiah) Jujun mengetengahkan bahasannya dengan runut, seandainya kalimat-kalimat panjang itu diedit lagi, tentu pembaca akan lebih mudah lagi mencernannya terlebih saya. Sebagai bacaan yang disukai tentu saja, lihat angka cet yang saya miliki cet. 11-12 belum lagi yang berupa bajakannya.500. Dawkins, Richard. Sungai dari Firdaus: [... pemikiran darwinian tentang asal-usul kehidupan]. Jakarta. Gramedia Pusatak Utama, 2005.
Penulis buku ini dikenal sebagai seorang ateis, seperti disebutkan dalam God and Necesities yang sudah dialih bahasa menjadi Dan Tuhan tidak bermain dadu (Mizan). Tetapi buku ini (lihat bagian belakang) ditulis bahwa karya ini paling tidak memberi wawasan juga kepada orang beragama (keyakian keagamaan). Gaya tulisan ini menggunakan narasi atau cerita yang mengalir, beruntung walau berupa karya terjemahan kenapa ? karena bagaimana kalimat yang berbalut teorema darwinian itu dapat kita cerap lebih enteng. Lagi-lagi karena terjemahan, siaplah untuk berkerut-kerut kening membacanya. Dari membaca sekilas kutipan dari Dan Tuhan tidak bermain dadu, dan tulisan Dawkin ini ada beberapa perbedaan disana, seperti pada kasus mata lebah (evolusi mata) saya tidak tahu mana yang betul.
500. Einstein, Albert. Relativitas. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama., 2005
Sulit untuk dimengerti, tujuan dari penerjemah nuku ini (Liek Wilardjo) jauh saya dapatkan. Buku ini tidak sembarangan dialih bahasakan. Edisi asli (Jerman) itu digarap kedalam bahasa Inggris oleh para begawan fisika, setelah itu ada tim koreksi. Di Indonesia (terjemahan oleh Gramedia) dilakukan oleh Fisikawan Liek Wilardjo. Saya terhibur dengan ambilan kata dari penterjemah yang merangsang kita untuk membuka kamus Indonesia, atau jawa. Dari buku ini terpaksa kita harus melalui berbagai cara, mungkin bacaan ringan mengenai relativitas dari penulis lain.
500. Wospakrik, J. Hans. Dari Atomaos hingga quark. Jakarta : Gramedia, 2004/5
Jujur buku ini bagus dan enak dibaca, Bapak Wospakrik ini orang papua yang berotak Einstein. Gayanya bercerita, mengalir saja, dia juga membuat beberapa adegan unik para ahli ilmu filsafat alam dahulu Diantranya Archimides (terbunuh karena tidak sengaja), John Dalton orang yang hobi mencatat cuaca. dsb., ada pengetahuan yang tidak saya dapatkan di SMU dulu. Buku ini tidak sempat diselesaikan, maksudnya editan penulisan untuk orang macam saya yang awam fisika gagal diselesaikan, karena ia telah berpulang.
Subscribe to:
Posts (Atom)