Saturday, October 07, 2006

TELOER ATAOE AJAM


Kiranya para blogger soedah mengetahoei daripada perihal perselisihan antara teloer dan ajam. Perdebatan ini sering dimoelai dengan pernjataen seseorang daripada kita manoesia. "lebih dahulu telur ataoe ajam..?". Hal ini sering membingoenken daripada halayak ramai, yang tentoenya terpercik suatoe sifat berfikirnya. Sering poela pertanjaan ini menjadi serioes sekali, manakah jang lebih dahoeloe apatah teloer, ataoekah ajam.
Perdebatan clasic macem ini joega telah dicobajawab oleh orang-orang zaman pertengahan (abad ke-15 an tentoenya). Para tjerdik pandai termasoek Aboe Noewwas (populer dgn Aboe Nawas). Aboe Noewwas dikenal seorang jang lutjoe, jenaka dibalik kejenioesannya. Bolehlah saya mengetengahken daripada kisahnya secara singkat menjawab masalah orang ramai ini. Soeatoe kali jenius van Baghdad ini ditanja masalah dalem judul diatas. Menggunaken metode yang sahih dan jernih sang Aboe kita ini menjelasken setjara gamblang, ia berkesimpoelan ajamlah jang lebih dahoeuloe ada!. Agaknya aliran empiric memang telah berkembang disana roepanja. Sang jenioes nan kotjak ini menjawab dengan menghadirken daripada perihal2 jang dipersoalkan. Pertanjaannya ditelisik, yaitoe ajam dan teloer, jang ingin diketahoei mana jang lebih dahoeloe muncul ataoe mawjoed di dunia. Abu Nuwwas dimoeka orang ramai coba memboektikan dia letakken doea jenis antara ajam dan teloer, dalam jarak tertentoe ajam itu mendekati dan mematoek-matoek teloer, dan ajamlah yang lebih dahoeloe bergerak katanja.....karenanya ajamlah jang lebih dahoeloe ada !!!
Bagi kita saat ini, memang kadang lebih singkat lagi jawabnja. Maksoednja kita hanya menoenggoe pertanyaen dari pada si penanja. Jawabnya aken selaloe berbeza. Soedah barang tentoe aken berbeza, ketika ajam jang didahoeloekan dari pertanyaan...manakah jang lebih dahoeloe ajam ataoe teloer..maka ajam jawabnja..dan aken terjawab teloer jika teloer jang lebih dahoeloe.
Bagaimana dengan ahli2 kita saat ini, maksudnja para ahli biology misalnya. Sahaya coba joega jelaskan disini. Pembatja moenkin haroes lebih cermat membatja kalimat2 sahaya ini. Teori daripada penciptaan menjakini bahawa, kehidupan dimoelai dari sesoeautu jang sederhana jaitoe unsoer2 semacam hidrogen, ocsigen, belerang, fosforus, carbon dsb. Oensoer2 ini kemoedian saling bereaksi, dan poesat reaksi ini salah satoenja dijakini terjadi di laoetan, mengapa ? Laoetan dengan keadaannja itoe (ada air, garam2an, dan mineral) sangatlah memoengkinkan oentoek terbentoeknja kehidoepan awal. Anda tentoe ingat soup kehidoepan, jang kualinja adalah laoet jang maha loeas itoe.
Kedua, setelah beberapa sa'at maka bermoencoelanlah makhloek2 sederhana, kemudian berkembang beraneka ragam jenis makhloek jang lebih complex. Makhloek2 itoe ada jang menjembatani menjadi makhloek lainnja. Anda ingat, sapi diseboet2 berkerabat dekat dengan ikan paoes..? Begitoelah makhoek2 ini berpisah diandaikan setelah melaloei soengai jang sama, kemudian sungai2 itoe membentoek anak2 soengai, beratoes-ratoes ngarai. Makhloek2 jang satoe genetic dan satoe rumpoen itoe haroes rela berpisah karena satoe alasan tertentoe (Tjontoh sepele yaitoe danao Toba jang menjenderi). Maka ajam jang anda kenal pada hari ini adalah derivasi dari makhloek terdahoeloe jang tentoenja tidak seperti ajam sekarang ini. Jadi jawab para saintis menoeroet sahaja adalah, lebih doeloe ajam daripada si teloer, makin bingung.....wadoeh jangan ja !!!

No comments: