Saturday, October 14, 2006

IBRAHIM (A.S.) MENCARI TOEHAN

Sidang blogger jang berbahagia. Kembali sahaja menoelis soeatu hal jang menoeroet saja penting. Kenapa, karena hal ini telah diseboet-seboet dalam Kitab Soeci. Beloem pernah sahaja (semoga diampoeni) mendapati seboeah kisah jang semajam ini dari seloeroeh soerat dalam al-Qur'an al-Karim. kisah jang coba saja akan toetoerkan kepada anda. Kisah ini adalah perpaduan antara kehendak logika dan iman. Kisah terseboet saja noekil (ambil)oetoek hadirin pembatja.
Ibrahim termasuk dalam jajaran para Nabi dan rasoel jang wajib dijakini. Ibrahim moeda memang sangat pemberani dan sepertinja diberi kelebihan akal jang lebih. Logika jang dia gunakan ketika ia mempertanjaken sembahan2 daripada orang2 zaman itoe. Mereka memboeat toehan2 dari tangan2 mereka sendiri. Batoe2 jang mereka ambil, kemudian dipahat menjeroepai manoesia, diboeat ada jang besar ada jang kecil. Sekali waktoe ia melakoekan action dengan merobohkan patung jang paling besar jang disembah kala itoe. Keyakinan bahwa batoe jang mereka sembah takkan bermanfaat terboekti, tetapi ia haroes menjalani hukum bakar oleh raja jang zalim, Namrudz namanja.
Kisah selandjoetnja adalah kisah jang memboeka cakrawala berfikir (thinking). Ibrahim (A.S.)seperti halnja para pemikir Joenani kuna. Ketertarikan jang amat sangat pada alam. Hari2 jang ia lalui seperti biasanja kini beroebah. Malam adalah sa'at2 jang mendebarkan boeatnja. Gerangan apakah jang memboeat ia begitoe terpesona, tidak lain pada sang remboelan. Dengan tengadah diangkasa ia melihat taburan benda2 langit (jang kita kenal saat ini sebagai bintang-gemintang). Tetapi dari taburan bintang2 itoe boelan begitoe memegang kendali. Seakan benda2 langit jang bertaboeran bersoejoed dan memoeji sang remboelan. Apakah ini jang akan menjadi sembahan akoe kelak ? (gumannja). Keesokan pagi ia terbangoen namoen apa daja, boelan jang begitoe indah telah lenjap entah kemana. Ia mendapati matahari jang panas apalagi saat ditengah hari, dirasanja memboeat koelit terasa terbakar. Sejoeroes kemoedian boelan takloek ditangan matahari !???
Bagaimana selanjoetnja. Baiklah kita landjoetkan tjeritera ini. Malam2 berikoetnja menjadi sa'at2 jang begitoe koedoes baginja. Remboelan memboeatnja tenteram, damai dan sedjoek, tiap2 pandangan kearahnja memberi kesan jang berbeza. Akan tetapi seperti kemarin, boelan pergi tanpa pesan sedikitpoen, ia poen moelai ragoe. Keragoeannja coba dijawab dengan mengamati matahari. Dalam kekecewaan ia dapati toeboehnja terasa hangat, tidak hanja itoe bahkan seloeroeh makhloekpun terlihat bergairah. Dini hari saja, ajam telah menjamboetnja. Makin tinggi lagi, tepatnja di pagi hari tetoemboehan begitoe segar. Pagi jang sedjuk ditemani semilir angin, kicauan beboeroeng dan merekahnja aneka bunga. Matahari telah meroebah soeasana, Ibrahim (A.S.)agaknja moelai beroebah haloeannja. Hari berganti hari, ia mendapati bahawa malam dan siang hanjalah sebuah keadaan. Pasti ada kekoeatan jang maha dahsjat jang telah memboeat ini semua. Tiadalah malam mendahoeloei siang dan sebaliknja. Malam memboeat soeasana sjahdoe, damai dan memboeat suanna rilex, sebaliknja siang dengan sang fajarnja telah menghangatkan dan memboeat makhloek bergairah.
Bagaimana selandjoetnja, tiadalah ia jadi bersoejoed pada sang remboelan dan atao pada matahari. Pencariannja selama ini telah menoentoennja pada soeatoe kekoeatan jang ada dibalik ini semoea. Keteratoeran alam ini ia yakini ada jang menciptanja. Akhirnja ia memoetoeskan oentoek hanja beriman pada kekoeatan itoe. Dengan cerita itoelah Tuhan mengisahkan pada kita seorang jang mentjari Toehan lewat alam. Sebeloem akhirnja berada dalam gengaman Toehan Allah SWT. jang memberinja kejakinan oentoek soejoed hanja pada Allah SWT. Moengkin kisah ini dapat menjadi jalan penerang bagie anda jang masih mencari atao bahkan tidak jakin akan keberadaan Toehan. Atau menjadi inspirasi bahwa kita adalah hanja ciptaannja jang lemah lagi tak berdaja, tanpan-Nja kita soenggoeh takberdaja. !

No comments: