Wednesday, March 02, 2016

Memuliakan Ide dari Sebuah Tulisan

‪#‎kasus‬ hardcopy skripsi yg dibuang oleh sebuah universitas :http://forums.merdeka.com/threads/apa-kata-dunia/40360-heboh-quotfoto-ribuan-skripsi-dibuang-pihak-kampus-netizen-geramquot.html?utm_source=Via&utm_medium=Heboh%2C%20Sekripsi%20&utm_campaign=Humas

Sinopsis :
Ribuan tugas akhir skripsi tampak berserakan di halaman belakang perpustakaan di salah satu kampus di Makassar. Diduga skripsi itu sengaja dibuang oleh pihak kampus. Pasalnya di antara tumpukan skripsi itu, tampak dua orang pemuda sedang sibuk memasukkan skripsi ke dalam karung. Setelah itu mereka mengangkut dengan mobil bak terbuka yang biasa digunakan mengangkut rongsokan.
Rata-rata netizen mengecam dan menduga skripsi itu diloak. Beberapa netizen bahkan sedih mengingat betapa sulitnya mengerjakan skripsi namun dibuang sia-sia.

A. Jawaban Perpustakaan terkait kasus tersebut :
"Kebijakan ini bukan utk membuang skripsi, melainkan menyiangi (selving). Setiap tahun pasca 2010, kita menerima lebih dari 7000an karya ilmiah (belum termasuk makalah dan hasil penelitian. Koleksi tsb ditempatkan di lantai 4. Jika 4 tahun ke depan tdk kita siangi dari sekarang, maka karya ilmiah yg sekarang masih di rak, plus 34.000an yang akan masuk. Maka ada resiko over load koleksi. Kebijakan menyiangi tdk berarti memusnahkan hasil kerja ilmiah seluruh penulis (khususnya adik mahasiswa). Kami hanya menyiangi fisiknya setelah mengkonversi ke file pdf dan insyaAllah akan bisa diakses via website perpustakaan.
Jadi tenanglah dinda, karya kalian tentu tdk akan dibuang, hanya dialih mediakan. Skripsi adinda semua sebetulnya juga ada di fakultas dan jurusan, namun biasanya tak dikelola dgn baik. Penyiangan di UPT Perpustakaan insyaAllah juga menjadi awal pemberdayaan perpustakaan fakultas secara lebih optimal, khususnya uyk layanan karya ilmiah."

B. Masukan, jika berkenan :

Masukan dari netizen banyak yang menyayangkan perlakuan pihak perpustakaan untuk menjual hard-copy dari karya ilmiah patut dihargai, ada beberapa catatan dari kejadian di atas :

  1. Perpustakaan tidak begitu saja membuang/menjual bukti fisik karya ilmiah. ada baiknya diolah terlebih dahulu, misalnya dengan membuka tiap bagian yang menjadi cover, halaman demi halaman, isi halaman dapat dihancurkan menggunakan mesin. Tindakan ini dikategorikan sebagai penghapusan dengan pemusnahan, pertama, karena mengandung resiko jual-beli skripsi dari orang yang tidak bertanggung jawab, yang sedang dan pernah marak. Kedua adalah mengurangi terjadinya kegiatan plagiat merubah bagian depan dari penulisnya yang sah.
  2. Perpustakaan sengaja memberikan karya tulis tersebut kepada perpustakaan umum, perpumda, perpustakaan sekolah setingkat SLTA, Pondok Pesantren, atau lembaga yang kompetetn seperti perpustakaan nasional, perpustakaan LIPI. Terlebih dahulu pemohon dapat melayangkan proposal atau perpustakaan menawarkan langsung kepada perpustakaan di lingkungan sekitar seperti perpustakaan yang disebutkan di atas.
  3. Perpustakaan sekali lagi perlu mengkaji ulang tindakan tersebut, dengan membuat kerjasama (link) antar perpustakaan sehingga tidak seluruh dokumen di-loak tetapi dapat dipertukarkan antar perpustakaan.  Perpustakaan tentu akan kelebihan koleksi dari tahun ke tahun, akan tetapi patut diingat karya skripsi paling tidak mengandung sebuah temuan, sebuah ide dan rancangan yang dapat di share kepada khalayak.
  4. Hasil penyiangan (weding) di luar negeri malah (McGill University Canada) ada dari Perpustakaan membuat acara lelang khusus koleksi (diselenggarakan bulanan) koleksi buku yang perpustakaan yang dapat diambil seperlunya tentunya dengan membuat BAST, penerima diutamakan adalah mahasiswa atau karyawan yang sedang menempuh perkuliahan
  5. Bentuk penghargaan lain misalnya dengan mengajak sivitas akademika, stack holder untuk mencari jalan terbaik bagi pemusnahan koleksi tersebut agar lebih arif dan bijaksana sebab sebuah karya ada pembuatnya, setelah didaftar dibuat katalog rujukan, kemana koleksi tersebut itu dapat ditemukan dicari, jika lebih dari satu eksemplar.