Tuesday, April 07, 2015

Bercermin dari permen legendaris Belanda, hopje…

Bagi anda mungkin ada yang mengenal permen dari negeri kincir angin, atau malah penggemarnya ??? Ya, hopje, dibaca hopye atau hopyes. Permen imut asli belanda ini menurut ensiklopedia digital wikipedia.org disebutkan Hopje adalah permen dengan rasa kopi dan karamel. Hopje berasal dari Den Haag, karena itu juga sering disebut Haagse hopjes. Hopje diciptakan oleh seorang bernama Hendrik Hop pada akhir abad ke-18. Di Indonesia, permen dengan rasa kopi juga ada yang kesohor yaitu permen Kopiko tetapi jika disandingkan sangat berbeda era dan memunuhi nilai historis.  
Hopje seperti penggalan namanya seumpama harapan (hope) atau cinta (love) dibuat dari saripati yang sangat Eropa-centris. Masih menurut wikipedia bahan dasar pembuatan permen tersebut, bisa juga ditambahkan dengan susu full-cream agar lebih creamy di lidah. Untuk menambah sensasi manis, dapat diberi choco-chip serta honey. Kemasan untuk permen ini, dapat dibentuk secara variatif. Bukan hanya bentuk seperti perahu saja, tapi dapat juga dibentuk seperti hati, donat, serta bintang. Biasanya, permen ini dapat dinikmati dikala saat anda bersantai bersama orang-orang yang dikasihi.
Gambar. Permen hopje berbentuk perahu khas kayak Belanda 
(sumber :wikipedia.org) 

Belanda sebagaimana negara-negara eropa pernah memasuki era perlombaan untuk mendapatkan sumber energi, finasial dan prestis dari negara di belahan Timur. Belanda bagi Indonesia adalah masa lalu dan masa depan. Belanda sebagai masa lalu adalah peninggalan berupa gedung dan tata kota di banyak daerah di Indonesia. Dan sebuah potret kelam, bernama penjajahan terhadap rakyat Indonesia yang kala itu masih berbentuk kerajaan-kerajaan. Sebagai masa depan, Belanda dikenal sebagai negeri yang penuh dengan inovasi dan kreativitas. Ide dan kreativitas menjadi potret indah sebagai inspirasi rakyat Indonesia yang sedang bergelut membangun negeri dan memperbaiki derajat kesejahteraan wong cilik.
Karena alasan kedekatan inilah permen mungil ini juga pernah masuk ke Indonesia, dan telah diadopsi menjadi kuliner di beberapa wilayah di Indonesia. Misalnya di Semarang hopjes dijadikan minuman dingin yang mantaf. Pemilik restoran yang beralamat di Jalan Gajahmada Semarang, Jongkie Tio mengatakan minuman ini merupakan peranakan Belanda yang sudah dikenal cukup lama. Minuman berwarna cokelat cukup pekat ini biasanya disajikan dengan es batu. Bahan dasar minuman ini sangatlah mudah, yakni kopi, susu full cream, cokelat dan caramel. Ia menceritakan ketika itu ada orang Belanda yang datang padanya. Ketika itu orang asli Belanda itu dibuatkan minuman, namun meminta perpaduan tersebut. Kemudian orang Belanda itu mengatakan ini minuman Hopjes, namun di Belanda dikenal sebagai permen yang memang banyak diminati. Akhirnya minuman itu menjadi salah satu menu utama yang ada di restoran yang sudah didirikan sejak 1991. Jika orang-orang susah mendapatkan permen Hopjes, bisa bernostalgia dengan minuman Hopjes khas Semarang. Saat menerima tamu-tamu dari Belanda, minuman ini juga selalu ada untuk disajikan.


Gambar Es Hopjes versi Indonesia, buah karya orang Semarang… segerrrrrrr….
(sumber : http://travel.kompas.com) 

Selain dijadikan minuman, inspirasi dari permen cilik hopje lainnya adalah dijadikan panganan kue berupa puding. Seorang blogger di wordpress.com membuat artikel yang menceritakan proses pembuatan kudapan berbahan dasar dari permen hopje. Menurutnya setelah melihat isi kandungan hopje munculah ide untuk membuat puding hopje.


Gambar Puding Kopi ala Hopjes yang terinspirasi langsung dari permen hopje 
(sumber: amaliayunus.wordpress.com) 

Waktu berlalu hingga memasuki milenium baru, di Belanda telah menjadi lumrah rempah masuk menjadi resep dalam rupa makanan dan minuman. Akan tetapi mereka tetap memiliki jati diri sebagai bangsa Eropa yang sangat khas dengan coklat, susu, cream dan produk keju. Bukan tidak mungkin di Belanda mereka membuat permen jahe, temu lawak, tetapi itu tidak dilakukan sebagai produk andalan utama. Tumbuhan cengkeh, lada, ketumbar, biji pala, kayu manis, jahe, menjadi legenda dan pernah menjadi "emas hijau" di pelosok Eropa. Sehingga mengantarkan bangsa Eropa untuk datang dengan armada kapal layarnya ke Nusantara, tetapi kisah ini adalah sejarah, dan hopje adalah cita rasa unik Belanda untuk dunia. Kini, rempah-rempah sudah menjadi barang komoditi biasa diperdagangkan antar negara. Indonesia bahkan berada di urutan lima besar negara pengekspor rempah dan herbal. Akan tetapi rempah dan herbal dijual ke luar negeri, terbesar masih dalam bentuk bahan mentah, bukan barang jadi.



Gambar Kekayaan rempah Nusantara 

Kekayaan lokal dan endemik rempah-rempah dan herbal Indonesia mestinya bisa mendunia lewat produk jadi. Hopje nama yang sederhana, adalah sebuah cermin bagi kita. Permen mungil nan manis ini, pernah meleleh dimulut anak-anak Indonesia ditahun 60-an higga kini, bisa menjadi inspirasi manis. Sumber daya hayati rempah dan herbal Indonesia yang melimpah ruah dapat mendunia jika ditangani secara serius. Sederhana saja, kayu manis bisa dijadikan pemanis alami, jahe sudah dikenal menghangatkan, dan kencur obat pegal linu alami tradisonal.
Dan terpenting tinggalkanlah sejenak janji efek penyembuhan dari herbal dan rempah itu, intinya rakyat Indonesia adalah bangsa ramah berbeda dengan berita dua dekade belakangan yang penuh amarah, amuk masa, korupsi dan kemiskinan. Permen yang identik dengan rasa manis dapat dijadikan komunikasi sederhana, menjadi jendela kecil sebuah negara bernama Belanda dsb. Kembali kepada tiga unsur yaitu kayu manis, jahe, dan kencur saja. Jika dipadukan dalam satu wujud permen maka akan menjadi sesuatu, dan kelak dapat bersanding mesra dengan hopje yang telah kesohor itu. Saya kira, kita mesti bercermin dari keunikan permen hopje.."

Sumber data dan foto :
http://id.wikipedia.org/wiki/Hopje 
http://www.amazon.com/Hopjes-Coffee-Candies/dp/B000W4OUCS 
http://travel.kompas.com/read/2013/05/08/16074341/Hopjes..Paduan.Kopi.Cokelat.nan.Memikat https://amaliayunus.wordpress.com/2015/02/09/puding-kopi-hopjes-terinspirasi-dari-permen-hopjes-belanda/ 
http://www.indonesia.travel/id/news/detail/1552/indonesia-promosikan-rempah-rempah-dalam-ethnic-food-europe-2015-trade-show 
http://unik.kompasiana.com/2012/06/18/warisan-nama-makanan-khas-belanda-470686.html

3 comments:

fahrur said...

thanks gan..nais inpo..

Anonymous said...

please check out my blog too http://theirnalestari.blogspot.com/

Yayasan Bunga Tala Insani said...

sukses ya, info yang menarik