Tuesday, August 16, 2011

*Saluang

Ditiup dengan sepenuh jiwa,

Dibawa belaian angin hingga merasuk telinga penikmatnya

Saluang, sebagaimana lidah orang minang mengenalnya

Saluang dibuat dari kayu bambu, liat, kuat

Celah-celah berbentuk lubang-lubang terpahat,

Disinilah jari-jemari mewakili kalbu, merayu dan merajuk

Suling bambu berpadu menjelma alunan syahdu

Saluang adalah seruling sukma

Jika didengarkan dengan seksama

Terasa lirih, mempertanyakan diri hendak kemana kita..?

Saluang adalah wajah kecil orang minang,

Lewat alunannya terjejak sifat, sikap sebagai suku perantau

Irama saluang seumpama jeritan hati nan galau,

.. rindu ayah, rindu mamak, rindu adiak, rindu sadonyo

... dan rindu kampuang nan jauah dimato

Dalam balutan jubah seni, saluang adalah tafakkur jiwa

Sebuah penampilan yang indah, dipagari oleh tuntunan agama

Untuk menghayati hidup, berjuang, dan berusaha

Mencari saripati kehidupan yang fana ..

.... merantaulah engkau jauh memenuhi hasrat yang tidak diketahui

.... mencari rejeki, mencari ilmu, menggenapkan sisi ingin-tahu rohani

.... menjadi cermin diri, cermin masyarakat, secara akhlak dan ragawi

sebagaimana janji kitab suci tidak akan terjadi

jika tidak dimulai dari diri sendiri,

Saluang, masih lamat-lamat terdengar

Menyelipkan salam perjuangan, salam kedamaian yang terpendar

Salam kerinduan kepada tanah tumpah, kampung halaman

Salam perubahan nasib agar layar terus terkembang

sukron sugandi

puisi untuk lomba Kota Padang

16 Ramadhan 1432 H/16 Agustus 2011 M

No comments: