Music is another way of recreation,
Medication, and revolution…. (anonim)
Tidak ada seorangpun yang akan betah dan kerasan jika berada dalam situasi jelek. Perasaan bosan akan segera menyergap, dan waktu akan menjadi hal yang menyiksa secara psikologis. Orang per orang akan melakukan kegiatan yang akan menyamankan dirinya.
Pengaruh musik sejak mulai didedangkan sebagi ritual, berubah menjadi alat efektif untuk muatan politis. Musik terutama liriknya telah dijadikan alat untuk mentransformasikan kesedihan, kegembiraan, patriotisme, dan perlawanan terhadap tirani. Bisa diambil contoh grup musik the Beatless terkenal dengan lagunya yang menyuarakan humanisme, di Indonesia ada Iwan Fals, Franky Sahilatua, Kyai Kanjeng-Emha Ainun Nadjib. Musik sebagai bahasa universal dapat dinikmati oleh siapa saja, meskipun kita tidak mengetahui apa arti dari syair lagunya. Dentingan gitar, merdunya seruling, dan tetabuhan menjadi pelipur lara. Musik karena sejumlah kelebihannya juga telah digunakan sebagai alat ibadah, lagu-lagu rohani juga mendapat tempat didalam masyarakat selama berabad-abad lamanya.
Pengaruh musik yang sedemikian masif terutama kepada anak muda telah membuat keresahan. Keresahan diakibatkan oleh penyanyi, atribut dan perilaku yang dipakai. Selain itu juga lirik, sejumlah lirik lagu terkadang mengandung unsur rasisme, rasa permusuhan, dan cabul. Media musik yang amat mudah diterima kalangan tidak dapat dihentikan ketika anak-anak dibawah umur mendengarnya, musik sudah berubah dari media hiburan menjadi penyakit. Penyakit ini akan merebak dan mengubah tatanan sosial, mulai dari sifat asli sebuah kultur, etika, dan filosofi hidup. Negativitas dalam musik sebenarnya tidak dapat mencoreng kelangsungan musik itu sendiri. Agama tertentu yang keras melarang musik, masih mentolerir adanya senandung.
Penulis beranggapan bahwa musik adalah kehidupan itu sendiri. Kehidupan jika diibaratkan sebagai konser, adalah sebuah konser besar. Dimainkan oleh jutaan manusia. Kegetiran hidup, kesenangan, dapat disebarkan melalui lirik dan sentuhan irama. Konser besar ini dalam berupa-rupa teriakan, obrolan, pukulan benda, klakson mobil, deru kendaraan, rentetan senapan, sirine, pluit. Bahkan alam telah mempersembahkan sebuah alunan musik, berupa gemercik air, lolongan anjing, ringkikan kuda, auman singa dan sebagainya. Musik dan syairnya dapat juga berubah sebagai kontemplasi batin terdalam, membawa pesan damai hingga ujung dunia. Sampai kapanpun musik akan ada seumur hidup manusia sebagai pelaku dan penikmatnya. Dan perlu kiranya pelaku dan pemusik untuk memanfaatkan pengaruh terbesar dari musik yaitu perubahan. Perubahan untuk menggerakkan orang berbuat kebajikan, meletupkan asa untuk pengorbanan dan perbaikan masyarakat luas. Musik telah mengalami suatu masa sebagai penghibur telinga, berdendang, berkasih mesra kini kita menunngu fungsi musik yang masih terpendam sebagai medium of change. Sudah saatnya musik dilantunkan untuk perubahan besar umat manusia
SBT
No comments:
Post a Comment