Thursday, November 30, 2006

PAROE-PAROE KOTA

Pembatja budiman, soedilah kiranja kembali membatja apa jang saja toetoerkan. Sahaja teringat utjapan dari Iboenda sahaja, yaitoe mengenai kakeknja daholoe. Apatah kiranja pelajaran jang dapet kita ambil. Iboe saja mentjeritaken bahawa kakeknja memiliki sawah dan ladang jang loeas. Ladang dan sawah ini ditanami oleh aneka tanaman. Jang menarik adalah, sang kakek dari pada Iboe saja ini, tidak memedulikan siapa jang bakal memetik hasilnja nanti. Jang sering ditjontohkan adalah beliau menanam berjenis-jenis padi2 an. Dalam petak2 sawahnja itoe ditanami oleh jenis padi jang menghasilkan beras petas. Beras jang dipanen walau terlihat sama koeningnja aken tetapi rasa dan namanja berbeda lho. Ada beras putih jang menjadi consumptie sehari2, ada jang dikataken beras ketan (baik hitam, poetih) dan ada joega beras merah. Soenggeoh suwatoe kebahagiaan jikalou saja bisa ikoet merasakan kala itoe.
Pembatja, itoe adalah kilas balik jang coba saja tjeritakan pada anda, tetapi ada lgi jang menggelisahkan dari pada hati saja saat ini. Coba ada kenalkah tanaman jang bernama boeni, kecapi, salak, gohok, asem jawa, tangkil ataw melindjo, bacang, jamblang dari tanah2 di betawi kita ini. Ja memang tetoemboehan toe masih dapat ditemoei di pinggiran Jakarta. Menoeroet saja, perloe kiranja kita kembali menjelamatkan keaneka ragaman hayati di Jakarta ini. Roeang2 publik jang hijau kini makin berkoerang. Pendoedoek jakarta moengkin membutuhkan 10 taman macem taman monas (bahkan lebih dari angka itoe). Roenag publik kadang kala disemen semua, sehingga pepohonan tiada. Saja kira apa jang disitilahkan dengan paru-paru kota itoe haroe dipikirkan, manfaatnja soedah terasa.

No comments: